News

Di Tengah Overcapacity, SIG Bukukan Kenaikan Laba 363,1 Persen

383
×

Di Tengah Overcapacity, SIG Bukukan Kenaikan Laba 363,1 Persen

Sebarkan artikel ini

NEWSENERGI.COM – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) berhasil mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan positif di tengah tantangan kelebihan kapasitas (overcapacity) industri semen domestik dan tekanan kenaikan biaya akibat dinamika geopolitik global.

Hingga periode Januari–September 2026, SIG membukukan laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp532 miliar. Angka tersebut meningkat signifikan sebesar 363,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year/yoy).

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasi tidak diaudit (unaudited), SIG mencatatkan volume penjualan mencapai 27,87 juta ton. Pendapatan perusahaan tumbuh 9,3 persen secara tahunan menjadi Rp27,67 triliun.

Sementara itu, beban pokok pendapatan tercatat sebesar Rp21,55 triliun, dengan EBITDA mencapai Rp3,56 triliun atau meningkat 8,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra, mengatakan pertumbuhan tersebut merupakan hasil penguatan fundamental bisnis melalui sejumlah inisiatif strategis, mulai dari pengamanan pasar, peningkatan efisiensi operasional hingga pengelolaan keuangan secara disiplin.

“Di tengah tantangan overcapacity hingga peningkatan biaya energi, SIG menjalankan inisiatif strategis untuk mengamankan sektor penjualan dan pendapatan, mendorong efisiensi melalui operational excellence, serta pengelolaan keuangan yang baik. Capaian kinerja sembilan bulan tahun 2026 yang positif ini mengindikasikan keberhasilan strategi SIG mengatasi tantangan sekaligus menjaga tren pertumbuhan terus berlanjut,” kata Indrieffouny Indra.

Dari sisi penjualan, SIG mencatatkan pertumbuhan di pasar domestik seiring mulai pulihnya permintaan semen nasional. Penjualan domestik meningkat 4,2 persen secara tahunan menjadi 22,27 juta ton.

Segmen semen kantong domestik menjadi kontributor utama dengan pertumbuhan 4,6 persen, sedangkan penjualan semen curah tumbuh 2,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Peningkatan volume penjualan tersebut turut menopang pertumbuhan pendapatan perusahaan. Di sisi lain, SIG mampu mengendalikan kenaikan beban pokok pendapatan sebesar 6,1 persen secara tahunan di tengah peningkatan biaya energi dan volume penjualan.

READ  Presiden Prabowo Tinjau Langsung Penanganan Karhutla di Kubu Raya

Kinerja keuangan juga diperkuat dengan penurunan beban keuangan bersih sebesar 37 persen secara tahunan. Kondisi tersebut turut mendukung peningkatan profitabilitas perusahaan, dengan EBITDA mencapai Rp3,56 triliun dan margin yang relatif stabil.

Indrieffouny menegaskan, optimalisasi efisiensi biaya dan operasional menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga profitabilitas SIG di tengah kondisi industri semen yang masih menantang.

“Optimalisasi program efisiensi untuk pengendalian biaya maupun operasi telah memberikan kontribusi pada peningkatan profitabilitas. SIG membuktikan kinerja yang teruji di tengah situasi industri semen domestik yang menantang. Untuk menjaga profitabilitas tetap positif, ke depan SIG akan terus memaksimalkan peluang bisnis dan memperkuat upaya-upaya efisiensi,” ujarnya.

SIG Perkuat Pasar Domestik dan Ekspor

Melihat prospek industri semen nasional, SIG optimistis permintaan akan terus membaik seiring meningkatnya aktivitas konstruksi. Sejumlah program pemerintah diproyeksikan menjadi pendorong kebutuhan semen, antara lain program pembangunan 3 juta rumah, pembangunan infrastruktur nasional dan daerah, proyek giant sea wall, investasi industri dan hilirisasi.

Selain itu, pembangunan sektor swasta seperti hunian vertikal (high-rise residential), kawasan komersial, hingga pusat data (data center) juga menjadi peluang pertumbuhan pasar.

Untuk menangkap peluang tersebut, SIG akan mempertahankan kepemimpinan pasar domestik, baik pada segmen ritel maupun curah. Strategi dilakukan melalui pengelolaan pasar mikro, penerapan disiplin harga, serta pengembangan produk turunan untuk memenuhi kebutuhan konstruksi modern.

Di samping memperkuat pasar dalam negeri, SIG juga mengoptimalkan pasar ekspor sebagai strategi mengatasi kelebihan kapasitas industri semen domestik sekaligus meningkatkan utilisasi fasilitas produksi.

Salah satu langkah yang telah dilakukan adalah ekspor semen tipe khusus ke Amerika Serikat. Sejak Juni 2026, SIG melalui anak usahanya, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, telah mengekspor lebih dari 300 ribu ton semen tipe khusus ke negara tersebut melalui kemitraan strategis dengan Taiheiyo Cement Corporation.

READ  Semen Gresik dan BJKW IV Surabaya Latih 103 Tenaga Konstruksi se-Jawa Timur

Langkah ekspansi pasar internasional ini diharapkan dapat memperluas jangkauan bisnis sekaligus menopang pertumbuhan kinerja perusahaan secara berkelanjutan.

Perkuat Efisiensi dan Pengembangan Semen Hijau

Selain penguatan pasar, SIG juga melakukan pembenahan internal melalui program streamlining entitas SIG Group dengan menata struktur anak usaha.

Program tersebut bertujuan mengoptimalkan model bisnis, meningkatkan efektivitas organisasi, serta menciptakan struktur perusahaan yang lebih efisien dan kompetitif.

Di sisi lain, SIG terus mendorong penggunaan semen hijau dan produk turunannya yang memiliki emisi lebih rendah. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan solusi bahan bangunan ramah lingkungan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.

Indrieffouny Indra mengatakan, pengembangan semen hijau menjadi salah satu fokus SIG dalam menjawab kebutuhan pembangunan masa depan yang semakin memperhatikan aspek lingkungan.

“SIG terus mempromosikan penggunaan semen hijau dan produk turunannya yang rendah emisi untuk memberikan beragam solusi bagi berbagai kebutuhan pembangunan sehingga setiap aktivitas konstruksi, baik rumah hingga proyek-proyek nasional, dapat dibangun dengan material yang ramah lingkungan,” tuturnya.

Dengan penguatan pasar domestik, ekspansi ekspor, efisiensi operasional, serta pengembangan produk ramah lingkungan, SIG berupaya menjaga profitabilitas sekaligus memperkuat daya saing di tengah dinamika industri semen nasional dan global. (KGA)