News

Atasi Antrean BBM di Bali, Bahlil Tambah Armada Kapal dari 3 Menjadi 7

383
×

Atasi Antrean BBM di Bali, Bahlil Tambah Armada Kapal dari 3 Menjadi 7

Sebarkan artikel ini

NEWSENERGI.COM – Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, memastikan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah Bali serta Sampang dan Bangkalan, Jawa Timur, kini telah kembali normal.

Sebelumnya, kelangkaan pasokan sempat memicu antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah tersebut. Namun, Bahlil menegaskan bahwa kondisi di lapangan saat ini sudah berhasil diurai berkat sinergi cepat antara pemerintah, aparat, dan PT Pertamina (Persero).

“Problemnya adalah kemarin terjadi kapal yang terlambat masuk dari Jawa ke Bali untuk menyuplai. Tapi sekarang sudah bisa terurai yang dibantu oleh Gubernur, Forkopimda, Kapolda, TNI, dan tentu Pertamina,” ujar Bahlil dalam keterangan pers di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (19/10/2026).

Armada Kapal Ditambah 2 Kali Lipat demi Percepatan Pasokan
Guna mengatasi keterlambatan pengiriman, Bahlil langsung menginstruksikan percepatan distribusi dari Pulau Jawa ke Bali. Langkah konkrit yang diambil adalah dengan menambah armada kapal pengangkut BBM secara signifikan.

Jika sebelumnya hanya ada tiga unit kapal yang melayani jalur pengiriman dari Jawa ke Bali, kini jumlahnya ditingkatkan menjadi tujuh unit kapal. Penambahan armada ini terbukti efektif mengurai antrean kendaraan di SPBU dalam waktu singkat.

Cadangan Pertalite di Bali Dinaikkan hingga Standar Nasional
Tidak hanya menambah kapal pengangkut, pemerintah bersama Pertamina juga mengambil tindakan preventif dengan menaikkan ketahanan stok BBM jenis Pertalite di terminal-terminal vital Bali, seperti Terminal Manggis dan Sanggaran.

– Stok Awal: Ketersediaan Pertalite sempat menipis akibat keterlambatan pasokan.

– Kondisi Saat Ini: Cadangan Pertalite per hari ini telah naik menjadi 11 hingga 12 hari.

– Target Mendatang: Dalam satu minggu ke depan, stok akan ditingkatkan hingga 15 hari agar sesuai dengan standar ketahanan BBM nasional.

READ  TTL Raih Gold TJSL & CSR Award 2026 Berkat Program Budidaya Kepiting Soka

“Sekarang statusnya Bali cadangannya kita naikkan… Saya minta untuk satu minggu ke depan bisa mencapai 15 hari, sehingga betul-betul sama dengan standar nasional,” tegas Bahlil.

Antrean SPBU di Sampang dan Bangkalan Berhasil Diatasi
Sementara itu, terkait kendala distribusi BBM di Madura, khususnya Sampang dan Bangkalan, Bahlil mengonfirmasi telah menerima laporan langsung dari pihak Pertamina. Antrean di SPBU kawasan Jawa Timur tersebut dipastikan telah terurai setelah Pertamina menambah pasokan secara masif ke titik-titik terdampak.

Menteri yang akrab disapa Kanda ini mengimbau masyarakat untuk tidak panik (panic buying). Ia menegaskan bahwa masalah utama yang terjadi murni karena sistem distribusi, bukan karena kelangkaan stok secara nasional.

Stok BBM Nasional Dipastikan Sangat Aman
Menutup keterangannya, Menteri Bahlil menjamin bahwa pasokan BBM di tingkat nasional berada dalam kondisi yang sangat tebal dan aman untuk beberapa pekan ke depan.

Rincian Ketahanan Stok BBM Nasional:

1. Pertalite (RON 90): Aman hingga 16 – 18 hari ke depan.

2. BBM Non-Subsidi (RON 92, 95, 98): Sangat aman di atas 20 hari.

3. Solar: Sangat aman di atas 20 hari.

Dengan langkah tanggap darurat dan penambahan armada distribusi ini, masyarakat di Bali maupun Jawa Timur diimbau untuk kembali melakukan pengisian BBM secara normal tanpa perlu khawatir akan kehabisan pasokan. (WHE)