News

Transformasi Terminal Teluk Lamong Pascamerger Pelindo, Waktu Tunggu Kapal Turun Jadi 1,83 Jam

307
×

Transformasi Terminal Teluk Lamong Pascamerger Pelindo, Waktu Tunggu Kapal Turun Jadi 1,83 Jam

Sebarkan artikel ini

NEWSENERGI.COM – Lima tahun setelah merger PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo, PT Terminal Teluk Lamong (TTL) terus memperkuat transformasi operasional, digitalisasi, dan integrasi layanan untuk meningkatkan produktivitas serta daya saing logistik nasional.

Mengusung semangat “5 Tahun Bersatu, Bersama Kita Maju”, TTL menjadikan momentum pascamerger sebagai pijakan untuk menghadirkan layanan terminal peti kemas yang lebih cepat, efektif, efisien, dan berorientasi kepada pelanggan.

Transformasi tersebut tercermin dari pertumbuhan arus peti kemas yang signifikan. Arus peti kemas TTL meningkat dari 780.160 TEUs pada 2021 menjadi 2.187.964 TEUs pada 2025. Pertumbuhan semakin akseleratif dalam dua tahun terakhir, masing-masing mencapai 55,9 persen pada 2024 dan 64,6 persen pada 2025.

Peningkatan kinerja tersebut didukung oleh standardisasi pengelolaan terminal, perbaikan proses operasional secara berkelanjutan, peningkatan produktivitas peralatan, serta pemanfaatan teknologi digital. Integrasi pengelolaan terminal juga semakin kuat setelah TTL menerima serah operasi Terminal Peti Kemas (TPK) Nilam pada 2024 dan TPK Berlian pada 2025.

Dengan demikian, TTL kini mengelola tiga terminal peti kemas yang semakin terintegrasi, yakni TPK Teluk Lamong, TPK Nilam, dan TPK Berlian.

Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong, David Pandapotan Sirait, mengatakan lima tahun pascamerger menjadi perjalanan penting bagi perusahaan untuk memperkuat fondasi operasional sekaligus menciptakan nilai tambah bagi pengguna jasa dan ekosistem Pelindo.

“Lima tahun pascamerger menjadi perjalanan penting bagi Terminal Teluk Lamong. Kami tidak hanya tumbuh dari sisi volume, tetapi juga terus membangun fondasi operasional yang semakin terintegrasi, produktif, dan berorientasi kepada pelanggan. Pertumbuhan throughput menjadi salah satu indikator bahwa integrasi dan transformasi yang dilakukan mampu menciptakan nilai yang semakin besar bagi pengguna jasa, perusahaan, dan Pelindo,” ujar David.

READ  TTL Group Optimistis Perkuat Daya Saing Logistik Nasional usai Catat Pertumbuhan 13,3 Persen

Salah satu capaian penting transformasi TTL terlihat pada peningkatan efisiensi pelayanan kapal di dermaga domestik. Sebelumnya, arus kuat menjadi tantangan yang memengaruhi waktu pelayanan kapal. Melalui evaluasi pola operasi dan kolaborasi dengan layanan pemanduan, TTL menyempurnakan pola pelayanan agar kapal dapat dilayani lebih fleksibel tanpa harus menunggu kondisi arus tertentu.

Perbaikan tersebut berhasil menurunkan rata-rata waktu tunggu kapal dari 6,67 jam menjadi 1,83 jam. Capaian ini sekaligus meningkatkan keandalan pelayanan kapal dan mendukung kelancaran aktivitas operasional terminal.

TTL kemudian memperkuat efisiensi melalui penerapan konsep Berthing Priority dan Berthing Window. Kedua pendekatan tersebut bertujuan meningkatkan kepastian jadwal sandar kapal, mengurangi waktu tunggu, serta mendukung keandalan jadwal pelayaran.

Upaya peningkatan produktivitas juga dilakukan melalui digitalisasi layanan terminal. Pada 2025, TTL menerapkan Terminal Booking System (TBS) untuk mengoptimalkan pengaturan dan pemerataan kedatangan truk, meningkatkan kapasitas penanganan terminal, mengendalikan Truck Round Time (TRT), serta meningkatkan efisiensi proses angkutan peti kemas atau haulage.

Selain itu, pengembangan sistem Integrated Planning & Control dilakukan untuk meningkatkan kualitas perencanaan dan pengendalian aktivitas terminal secara terintegrasi serta berbasis data.

Digitalisasi tersebut diharapkan dapat memperkuat koordinasi operasional, meningkatkan ketepatan pengambilan keputusan, dan menciptakan arus kendaraan yang lebih tertib, aman, serta efisien di lingkungan terminal.

Transformasi pelayanan kapal juga berlanjut melalui implementasi EAZI (Express Anchorage Zone Service) pada 2026. Program ini menjadi salah satu terobosan TTL bersama para pemangku kepentingan kepelabuhanan untuk mempercepat pelayanan kapal melalui optimalisasi area labuh.

Melalui EAZI, proses pelayanan kapal di area labuh dapat berlangsung lebih cepat sehingga waktu pergantian antarkapal dapat dipersingkat. Upaya ini turut mendukung percepatan proses sandar dan kegiatan operasional berikutnya di terminal.

READ  TTL Raih Gold TJSL & CSR Award 2026 Berkat Program Budidaya Kepiting Soka

David menegaskan, transformasi perusahaan dilakukan melalui rangkaian perbaikan berkelanjutan yang menyentuh berbagai aspek operasional, mulai dari pelayanan kapal hingga pengaturan arus kendaraan dan pengendalian aktivitas terminal.

“Transformasi bagi kami bukan satu proyek besar yang berdiri sendiri, tetapi rangkaian continuous improvement. Mulai dari bagaimana kapal dapat sandar lebih cepat, bagaimana jadwal sandar menjadi lebih pasti, bagaimana truk masuk terminal lebih teratur, hingga bagaimana seluruh aktivitas terminal dapat direncanakan dan dikendalikan secara lebih terintegrasi. Semua bermuara pada satu tujuan, yaitu memberikan layanan yang lebih cepat, pasti, aman, dan efisien kepada pelanggan,” ujar David.

Ke depan, TTL mengarahkan transformasinya menuju ekosistem terminal yang smart, green, and sustainable. Integrasi tiga terminal memberikan peluang lebih besar untuk mengoptimalkan aset dan sumber daya, meningkatkan standardisasi proses, serta memperluas sinergi operasional.

Pemanfaatan teknologi digital juga terus dikembangkan untuk memperkuat pengambilan keputusan berbasis data dan meningkatkan konektivitas antara terminal, pengguna jasa, perusahaan pelayaran (shipping line), transporter, serta mitra dalam ekosistem logistik.

Di sisi keberlanjutan, TTL berkomitmen meningkatkan efisiensi energi, mengurangi dampak lingkungan, memperkuat keselamatan kerja, dan menjaga keberlanjutan operasional. Pengembangan terminal tidak hanya berorientasi pada peningkatan kapasitas dan produktivitas, tetapi juga pada penciptaan layanan yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

“Integrasi tiga terminal memberikan ruang yang semakin besar bagi kami untuk mengoptimalkan kapasitas, aset, dan sumber daya secara lebih efektif. Ke depan, transformasi TTL akan terus diarahkan menuju ekosistem terminal yang smart, green, dan sustainable, sekaligus tetap responsif terhadap kebutuhan pelanggan dan perkembangan industri logistik,” tambah David.

Memasuki fase berikutnya setelah lima tahun merger Pelindo, TTL berkomitmen melanjutkan transformasi melalui penguatan integrasi tiga terminal, peningkatan produktivitas, digitalisasi, serta inovasi operasional yang berkelanjutan.

READ  Green House “Titik Hijau” Resmi Diluncurkan, Bukti Komitmen ESG Terminal Teluk Lamong

Dengan semangat “5 Tahun Bersatu, Bersama Kita Maju”, PT Terminal Teluk Lamong berupaya terus memberikan kontribusi bagi peningkatan konektivitas logistik, efisiensi rantai pasok, dan penguatan daya saing maritim Indonesia. (VBZ)