News

Pemerintah Salurkan 29.000 Liter Air Bersih untuk 647 Warga Terdampak Kekeringan di Jateng dan Jatim

352
×

Pemerintah Salurkan 29.000 Liter Air Bersih untuk 647 Warga Terdampak Kekeringan di Jateng dan Jatim

Sebarkan artikel ini
Warga menerima bantuan air bersih di Desa Banyu Urip, Kabupaten Ngawi (Foto: Kementerian PU)

NEWSENERGI.COM – Pemerintah menyalurkan sebanyak 29.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan 647 warga yang terdampak kekeringan di sejumlah wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Bantuan tersebut menjadi bentuk respons pemerintah terhadap kebutuhan air bersih masyarakat yang terdampak kondisi kekeringan di sejumlah daerah.

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengatakan pemenuhan kebutuhan air masyarakat menjadi prioritas pemerintah dalam menghadapi kondisi kekeringan.

Menurutnya, dukungan air bersih dilakukan secara cepat dengan menyesuaikan kebutuhan masyarakat dan kondisi di lapangan.

“Dalam kondisi kekeringan, kita harus memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses terhadap air, terutama untuk kebutuhan dasar sehari-hari. Kementerian PU akan terus mengoptimalkan sumber daya dan infrastruktur yang tersedia untuk membantu masyarakat terdampak,” ujar Dody dalam keterangan tertulis, Selasa (24/8/2026).

Air Bersih Disalurkan ke Empat Desa

Penyaluran bantuan air dilakukan melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo di empat desa yang mengalami dampak kekeringan.

Wilayah penerima bantuan tersebut meliputi Desa Sidomulyo, Boyolali; Desa Mernung dan Desa Ngroto, Blora; serta Desa Banyu Urip, Ngawi.

Di Boyolali, pemerintah menyalurkan 4.000 liter air bersih kepada 45 kepala keluarga atau sekitar 115 jiwa.

Sementara itu, wilayah Blora menerima bantuan sebanyak 9.000 liter air untuk memenuhi kebutuhan sekitar 352 warga yang terdampak kekeringan.

Distribusi terbesar dilakukan di Kabupaten Ngawi dengan total 16.000 liter air untuk 80 kepala keluarga. Bantuan tersebut diterima sekitar 180 jiwa di Dusun Tambakselo, Desa Banyu Urip, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Bantuan air bersih tersebut dirasakan langsung oleh masyarakat. Salah satu warga Dusun Tambakselo, Gimin, mengatakan distribusi air sangat membantu warga yang kesulitan mendapatkan air akibat kondisi kekeringan.

READ  BPJT Proses Kenaikan Tarif Tiga Ruas Tol di Pulau Jawa, Tunggu Evaluasi SPM

“Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan air bersih yang diberikan kepada masyarakat. Air ini sangat bermanfaat untuk kebutuhan sehari-hari. Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo dan Kementerian PU yang telah membantu masyarakat yang terdampak kekeringan,” ujar Gimin.

Jaga Produktivitas Pertanian

Selain memenuhi kebutuhan rumah tangga, Kementerian PU juga melakukan optimalisasi tata kelola air untuk menjaga produktivitas sektor pertanian.

Upaya tersebut dilakukan BBWS Bengawan Solo melalui penanganan jaringan sumber daya air di Kabupaten Lamongan.

Di Desa Pasi, Kecamatan Glagah, dibuat bendung sementara di Sungai Blawi atau Bengawan Jero untuk menaikkan tinggi muka air. Bendung tersebut juga berfungsi menahan masuknya air asin dari arah hilir sehingga pasokan air untuk irigasi tetap tersedia.

Penanganan kemudian dilanjutkan dengan normalisasi sejumlah sungai serta pengoperasian pompa untuk menambah debit air menuju sistem Sungai Blawi.

Langkah tersebut diarahkan untuk mendukung pengairan Daerah Irigasi Bengawan Jero yang memiliki luas sekitar 3.386 hektare.

Hingga saat ini, sekitar 2.930 hektare lahan pertanian telah mendapatkan pasokan air. Sementara 456 hektare lainnya masih dalam proses penanganan.

BBWS Bengawan Solo juga mengoperasikan enam unit pompa untuk mengalirkan air menuju saluran irigasi dan petak-petak sawah.

Kementerian PU memastikan pemantauan terhadap kondisi kekeringan dan ketersediaan air akan terus dilakukan di wilayah kerja BBWS Bengawan Solo.

Distribusi air bersih, pengelolaan sumber air, serta optimalisasi jaringan irigasi dilakukan dengan menyesuaikan kebutuhan masyarakat dan kondisi lapangan.

Langkah tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar sekaligus menjaga keberlangsungan aktivitas pertanian di tengah kondisi kekeringan. (LPE)