News

Gus Ipul Minta Humas Sekolah Rakyat Sampaikan Informasi Cepat, Akurat, dan Bertanggung Jawab

328
×

Gus Ipul Minta Humas Sekolah Rakyat Sampaikan Informasi Cepat, Akurat, dan Bertanggung Jawab

Sebarkan artikel ini

NEWSENERGI.COM – Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menekankan pentingnya peran pengelola kehumasan Sekolah Rakyat dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat secara cepat, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Menurut Gus Ipul, tugas humas tidak sebatas membuat rilis atau mengunggah kegiatan pimpinan ke media sosial. Pengelola kehumasan harus mampu menjadi mata, telinga, sekaligus suara lembaga dalam menyampaikan berbagai informasi kepada publik.

Pesan tersebut disampaikan Gus Ipul saat membuka kegiatan Peningkatan Kapasitas SDM Pengelola Kehumasan Sekolah Rakyat di Harris Hotel and Convention, Cibinong City Mall, Kabupaten Bogor, Rabu (19/8/2026).

“Jadi ingat, jangan berpikir hari ini mau mempublikasikan apa, tapi apa yang perlu diketahui oleh masyarakat. Tentu ini berbeda sekali,” kata Gus Ipul.

Ia menjelaskan, humas harus mampu melihat kondisi yang terjadi di lapangan, mendengarkan aspirasi dan pengalaman masyarakat, kemudian menyampaikannya kepada publik menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami.

“Ingat, humas adalah mata, telinga, sekaligus suara lembaga. Mata, melihat apa yang terjadi di lapangan, telinga, mendengar apa yang dirasakan masyarakat, dan suara untuk menjelaskan apa yang sedang dikerjakan pemerintah,” jelasnya.

Gus Ipul mengatakan Kementerian Sosial memiliki banyak cerita yang dapat disampaikan kepada masyarakat. Cerita tersebut antara lain mengenai pendamping sosial yang bekerja di desa, petugas yang menangani bencana, keluarga penerima manfaat yang secara bertahap mampu mandiri, hingga anak-anak dari keluarga kurang mampu yang mendapatkan kesempatan bersekolah melalui Sekolah Rakyat.

Karena itu, ia meminta pengelola humas tidak hanya menyampaikan informasi berupa angka. Data mengenai jumlah sekolah, siswa, maupun capaian program tetap penting, tetapi perlu dilengkapi cerita yang menggambarkan manfaat program secara nyata bagi masyarakat.

READ  INKA Bangun Fasilitas Uji Dinamis Kereta Terbesar di Banyuwangi

“Angka membuat orang tahu, cerita membuat orang peduli. Keduanya harus berjalan bersama. Angka penting, menginspirasi orang agar peduli juga penting,” ujar Gus Ipul.

Ia mencontohkan kisah seorang anak yang sebelumnya hampir kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan, kemudian mendapat kesempatan belajar di Sekolah Rakyat. Anak tersebut tinggal di asrama, bertemu dengan guru dan teman-temannya, hingga kembali memiliki cita-cita.

Menurut Gus Ipul, kisah seperti itu dapat membantu masyarakat memahami dampak program pemerintah secara lebih konkret dibandingkan sekadar menyampaikan data statistik.

Di tengah arus informasi yang semakin cepat, Gus Ipul juga mengingatkan pengelola humas agar tidak mengabaikan proses verifikasi. Menurutnya, kecepatan dan daya tarik informasi tidak boleh mengalahkan kebenaran.

“Salah satu yang paling penting dalam jurnalistik adalah verifikasi. Cepat, menarik itu penting, viral boleh dan itu harapan kita, tetapi benar jauh lebih penting,” tegasnya.

Ia menilai kesalahan dalam menyampaikan informasi pemerintah dapat menimbulkan dampak yang lebih luas karena berkaitan langsung dengan kepercayaan masyarakat. Oleh sebab itu, komunikasi pemerintah harus dilakukan secara cepat, akurat, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Gus Ipul juga meminta pengelola kehumasan terbuka terhadap kritik. Menurutnya, kritik yang disampaikan berdasarkan fakta dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kinerja pemerintah.

“Kalau ada informasi keliru, kita luruskan dengan data. Kalau ada hoax, kita jawab dengan cepat. Jawaban terbaik pemerintah terhadap kritik adalah data, fakta, dan kerja nyata,” pungkasnya.

Diikuti 240 Peserta

Kegiatan Peningkatan Kapasitas SDM Pengelola Kehumasan Sekolah Rakyat berlangsung pada 18-22 Agustus 2026 dan diikuti 240 peserta.

Peserta terdiri atas 166 perwakilan Sekolah Rakyat, 32 perwakilan UPT, sentra, dan Sentra Terpadu di lingkungan Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial, delapan peserta dari Balai dan Pusdiklatbangprof, serta satgas kehumasan di bawah koordinasi Biro Humas.

READ  Create Faster, Communicate Better: TTL Dorong Humas Berbasis AI

Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat kapasitas pengelola kehumasan dalam menyampaikan informasi publik secara efektif, transparan, edukatif, dan responsif.

Penguatan kompetensi dinilai semakin penting seiring dengan berkembangnya penyelenggaraan Sekolah Rakyat di berbagai daerah. Pengelola humas diharapkan mampu mengemas informasi mengenai program secara informatif sekaligus menggambarkan manfaatnya bagi masyarakat.

Acara tersebut turut dihadiri Sekretaris Jenderal Kemensos Robben Rico, Inspektur Jenderal Dody Sukmono, Staf Ahli Menteri Abdul Muis, Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Agus Zainal, Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Supomo, Staf Khusus Menteri Fatkhurohman Taufik, serta Tenaga Ahli Menteri Galih dan Agustinus Budi.

Hadir pula Kepala Pusdiklatbangprof Afrizon Tanjung, Kepala Biro Humas Devi Deliani, Direktur PSNK Faisal, dan Direktur Dayamas Adrianus Alla. (IPS)