NEWSENERGI.COM – Harga minyak dunia kembali mengalami kenaikan di tengah memanasnya tensi geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran. Kenaikan ini dipicu perang pernyataan antara Presiden AS Donald Trump dengan pihak Iran.
Sebelumnya, harga minyak sempat mengalami penurunan setelah Trump menyatakan akan menunda serangan ke fasilitas energi Iran. Ia juga mengklaim telah melakukan pembicaraan produktif dengan Iran. Namun, klaim tersebut dibantah oleh pihak Iran, sehingga kembali memicu kenaikan harga minyak di pasar global.
Berdasarkan data Trading Economics pada Selasa, 24 Maret 2026, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) tercatat berada di level USD91 per barel atau naik sekitar 2,7 persen secara harian.
Sementara itu, harga minyak Brent berada di level USD102 per barel atau meningkat 2,5 persen. Kenaikan ini mencerminkan respons pasar terhadap ketidakpastian geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Analis pasar uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, memperkirakan tren kenaikan harga minyak masih akan berlanjut dalam waktu dekat.
“Saya melihat crude oil kemungkinan akan ditransaksikan di level support USD93 per barel minggu depan. Sedangkan level resistansinya kemungkinan akan tembus USD107 per barel,” ujarnya.
Ia menambahkan, harga minyak Brent berpotensi bergerak di kisaran USD110 hingga USD116 per barel. Menurutnya, Brent menjadi acuan harga minyak internasional, sehingga pergerakannya sangat berpengaruh terhadap pasar global.
“Iran merupakan salah satu penghasil minyak yang berkaitan dengan bahan bakar avtur. Kenaikan harga ini akan berdampak pada meningkatnya biaya bahan bakar penerbangan dan berpotensi memicu inflasi,” jelasnya.
Lebih lanjut, Ibrahim menilai kenaikan harga minyak berpotensi bersifat lebih permanen, mengingat adanya kerusakan pada sejumlah ladang minyak di kawasan Teluk akibat konflik yang melibatkan AS, Israel, dan Iran.
Kondisi ini juga memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi kenaikan suku bunga global. Dampaknya, nilai tukar dolar AS cenderung menguat, sementara harga emas berpotensi mengalami tekanan. (FXR)




