News

Hutan Lestari Pertamina Dorong Kesejahteraan Warga Berbasis Lingkungan

394
×

Hutan Lestari Pertamina Dorong Kesejahteraan Warga Berbasis Lingkungan

Sebarkan artikel ini

NEWSENERGI.COM – Suara lonceng yang memecah keheningan di lereng Gunung Agung menjadi mukadimah bagi sebuah harapan baru. Di Pura Kancing Gumi, Bali, doa-doa melambung setinggi 250 meter di atas permukaan laut, memohon keselamatan bagi alam semesta. Namun, masyarakat di kawasan Hutan Mahawana Basuki Besakih menyadari bahwa doa harus beriringan dengan laku nyata.

Melalui filosofi Tri Hita Karana—keseimbangan hubungan antara manusia, Tuhan, dan alam—Pertamina hadir melalui program Hutan Lestari. Inisiatif reforestasi pasca-erupsi Gunung Agung tahun 2017 ini kini tak sekadar menghijaukan kembali lereng yang sempat mati suri, tetapi juga menghidupkan kembali sendi-sendi ekonomi warga desa.

Keajaiban Madu di Hulu Bali
I Nyoman Artana, sosok local hero di balik transformasi ini, menegaskan pentingnya menjaga Besakih sebagai Huluning Bali Rajya atau hulu dari Pulau Dewata.

“Mengelola lingkungan harus dimulai dari hulu. Jika lokasi ini tidak dipelihara dengan baik, Bali akan rentan terhadap bencana dan perubahan iklim,” ujar Nyoman.

Hasilnya pun berbuah manis. Kelompok binaan Nyoman kini mampu memanen 100 hingga 150 kg madu per tahun, dengan harga jual mencapai Rp500.000 per liter untuk madu kelanceng berkhasiat tinggi. Tak hanya itu, geliat wisata alam di lokasi ini melonjak drastis dengan pendapatan kelompok mencapai Rp120 juta per bulan, sekaligus membuka lapangan kerja bagi puluhan warga.

Transformasi Pemburu Menjadi Pelestari di Lampung
Semangat menjaga alam ini pun bergema hingga ke tanah Lampung. Di Ulubelu, Wastoyo menjadi saksi hidup bagaimana hutan bisa mengubah karakter seseorang. Jika dulu hutan adalah medan perburuan dan sasaran gergaji mesin, kini hutan adalah rumah yang ia proteksi dengan sepenuh hati.

Titik balik terjadi saat Pertamina memperkenalkan Sekolah Hutan Lestari. Melalui pendampingan intensif kepada KUPS Margo Rukun, para mantan pemburu bertransformasi menjadi pembudidaya ulung. Mereka menanam 50.000 bibit pohon Multi-Purpose Tree Species (MPTS) dan mengubah limbah kopi menjadi pupuk berkualitas melalui unit Pertaganik Bestari.

READ  BP-AKR Resmi Sepakat Beli Base Fuel dari Pertamina

Keberhasilan ini tercermin dari angka yang fantastis: KUPS Margo Rukun kini mencatatkan omzet hingga Rp2,2 miliar per tahun. Produk bibit dan konsep budidaya lebah mereka bahkan telah diadopsi oleh berbagai perusahaan multinasional.

“Kegilaan” Mangrove di Cilacap
Bergeser ke pesisir Selatan Jawa, Wahyono di Kampung Laut, Cilacap, membuktikan bahwa keteguhan hati bisa mengubah lahan gersang. Di tempat yang dulunya gundul akibat pembalakan, Wahyono sempat dianggap “gila” karena gigih menanam kembali bakau.

“Dulu semuanya gersang. Namun, saya yakin mangrove adalah ‘pabrik’ alami kita. Kini, keraguan warga sirna,” kata Wahyono haru. Pembibitan mandiri Wahyono kini memproduksi hingga 800 ribu bibit mangrove setiap tahunnya dan menjadi pusat eduwisata yang diakui peneliti mancanegara.

Komitmen untuk Masa Depan
Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menyatakan bahwa ketiga cerita sukses ini adalah bukti nyata komitmen Pertamina dalam mendukung program kedaulatan pangan nasional, sejalan dengan visi pemerintah era Presiden Prabowo Subianto.

Hingga saat ini, program Hutan Lestari telah:

1. Menanam lebih dari delapan juta pohon produktif dan mangrove.

2. Mengintegrasikan reforestasi dengan pemberdayaan ekonomi dan edukasi.

3. Berkontribusi pada target Sustainable Development Goals (SDGs) poin 2, 12, dan 13.

“Pertamina membuktikan bahwa menjaga energi bumi bisa sejalan dengan menghidupkan kemandirian masyarakat. Hutan tidak lagi hanya dijaga agar tidak rusak, tapi dirawat agar terus memberi kehidupan,” pungkas Baron. (EJL)