NEWSENERGI.COM – Industri perfilman tanah air kembali mengukir sejarah baru. Tepat pada Jumat (2/1/2026), film ‘Agak Laen: Menyala Pantiku!’ resmi dinobatkan sebagai film Indonesia dengan jumlah penonton terbanyak sepanjang masa.
Hanya dalam waktu 36 hari penayangan, film yang diproduseri oleh Imajinari ini sukses menembus angka fantastis, yakni 10.250.000++ penonton. Capaian ini melampaui rekor-rekor film nasional sebelumnya dan mengukuhkan dominasi genre komedi di pasar domestik.
Apresiasi dari Imajinari
Melalui akun Instagram resmi mereka, @imajinari.id, pihak rumah produksi menyampaikan rasa terima kasih dan haru atas dukungan masif dari masyarakat.
“Pilem ‘Agak Laen: Menyala Pantiku!’ telah resmi memecahkan rekor dan menjadi film Indonesia terlaris sepanjang masa, pasukaann!. Perjalanan dan pencapaian ini tentunya milik seluruh pasukan bermarga & tidak bermarga, yang kami harap bisa terus membawa kebahagiaan di hati kelen,” tulis Imajinari, Jumat (2/1/2026).
Pencapaian ini diharapkan tidak hanya menjadi angka, tetapi juga menjadi pemantik semangat bagi ekosistem kreatif di Indonesia untuk terus menghasilkan karya yang relevan dan dicintai publik.
Perjalanan Menuju Puncak
Sejak awal perilisannya pada 27 November 2025, film arahan sutradara Muhadkly Acho ini memang sudah menunjukkan tanda-tanda akan menjadi fenomena. Di hari pertama saja, film ini langsung mengantongi 272.846 penonton.
Kekuatan utama film ini terletak pada chemistry empat pemeran utamanya yang sudah sangat dikenal publik:
– Indra Jegel
– Boris Bokir
– Oki Rengga
– Bene Dion
Sinopsis Singkat: Misi Detektif dan Penyamaran Kocak
‘Agak Laen: Menyala Pantiku!’ membawa penonton mengikuti kisah empat detektif yang dikenal sering gagal dalam menjalankan tugas. Namun, kali ini taruhannya besar. Mereka diberi mandat untuk memburu pelaku pembunuhan anak seorang wali kota.
Demi menuntaskan misi, mereka dipaksa melakukan penyamaran yang tidak biasa. Dalam prosesnya, mereka harus berinteraksi dengan para lansia yang memiliki karakter unik dan beragam. Situasi penuh tekanan yang bertemu dengan kepolosan para lansia inilah yang melahirkan rentetan momen jenaka di luar perkiraan, sekaligus menguji kekompakan tim detektif tersebut. (COY)




