News

Liput Erupsi Anak Krakatau, Lima Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda

219
×

Liput Erupsi Anak Krakatau, Lima Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda

Sebarkan artikel ini
Foto lima jurnalis yang hilang kontak (dok. Keluarga)

NEWSENERGI.COM – Sejumlah jurnalis dilaporkan hilang kontak saat hendak meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda, Banten. Tim SAR gabungan hingga Selasa (8/9/2026) masih melakukan pencarian terhadap para jurnalis tersebut.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banten, Al Amrad, mengatakan rombongan jurnalis Banten berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Mereka berangkat menggunakan kapal untuk memantau sekaligus meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau.

“Pada hari Senin tanggal 7 September 2026 pada pukul 14.00 WIB, jurnalis Banten bertolak dari Dermaga Pagedongan Carita untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau,” kata Al Amrad dalam keterangan yang diterima RRI, Selasa (8/9/2026).

Menurut Amrad, salah seorang jurnalis sempat berkomunikasi dengan jurnalis di Lampung sekitar pukul 14.42 WIB. Dalam komunikasi tersebut, jurnalis yang berada di kapal sempat mengirimkan lokasi terakhir atau share location.

“Komunikasi terakhir korban dengan jurnalis Lampung atas nama Abay bahwa pada pukul 14.42 kemarin mengirim share location terakhir. Dan pada pukul 15.04 terjadi hilang kontak, sampai berita ini dilaporkan, korban belum ditemukan,” ujarnya.

Basarnas kemudian melakukan upaya pencarian setelah menerima laporan hilang kontak tersebut. Berdasarkan pendataan awal, terdapat lima jurnalis yang berada dalam kapal tersebut bersama dua awak kapal.

Informasi mengenai lokasi terakhir rombongan juga telah diterima petugas. Kombes Pol Eko Hartanto menyebut titik koordinat dugaan lokasi terakhir berada di 6°14’40.52″S 105°40’49.48″T, dengan heading 288,34 derajat dan jarak dari RIB 02 BTN ke lokasi pencarian sekitar 9,98 nautical mile (NM).

“Pada Selasa pukul 13.55 WIB menerima info dari Bayu (Antara Banten), yaitu atas adanya hilang kontak tersebut,” kata Eko.

READ  Erupsi Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, Maskapai Berpotensi Rugi Rp19 Miliar per Hari

Adapun lima jurnalis yang dilaporkan mengalami hilang kontak yakni:

1. M Bagus Khoirunnas, jurnalis Antara; 2. Ari Basuki, jurnalis Merdeka; 3. Yudhis, jurnalis iNews; 4. Daus, jurnalis Anadolu; 5. Donal, jurnalis freelance.

Sementara itu, identitas dua orang lainnya yang berada dalam rombongan masih dalam proses pendataan.

Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian untuk menemukan keberadaan seluruh penumpang kapal. Operasi pencarian dilakukan dengan mengacu pada titik lokasi terakhir yang diketahui serta informasi komunikasi terakhir yang diterima dari salah seorang jurnalis.

Hingga berita ini ditulis, kelima jurnalis dan dua awak kapal tersebut belum diketahui keberadaannya.

Perkembangan operasi pencarian masih menunggu hasil penyisiran Tim SAR di perairan Selat Sunda. (AZS)