News

PLN Nusantara Power Produksi 66.919 GWh Listrik Sepanjang 2025, BPP Turun 11,4 Persen

388
×

PLN Nusantara Power Produksi 66.919 GWh Listrik Sepanjang 2025, BPP Turun 11,4 Persen

Sebarkan artikel ini
PLN NP juga mampu merealisasikan produksi tenaga listrik sebesar 66,919 TWh di tahun 2025. Melalui kinerja operasional dan pengelolaan energy mix yang lebih optimal, PLN Nusantara Power PLN NP berhasil mencatatakan optimasi Biaya Pokok Produksi (BPP) hingga 11,4% di sepanjang tahun 2025.

NEWSENERGI.COM – PLN Nusantara Power (PLN NP), subholding pembangkitan PT PLN (Persero), mencatatkan kinerja operasional yang positif sepanjang 2025. Melalui penguatan strategi operasional, peningkatan efisiensi, serta optimalisasi pengelolaan sumber daya pembangkitan, perusahaan berhasil merealisasikan produksi energi listrik sebesar 66.919 gigawatt hour (GWh).

Tak hanya meningkatkan produksi listrik, PLN NP juga sukses melakukan optimalisasi Biaya Pokok Produksi (BPP) hingga 11,4 persen. Efisiensi tersebut dicapai melalui pengelolaan bauran energi (energy mix) yang semakin optimal sehingga mampu meningkatkan efektivitas proses pembangkitan sekaligus memperkuat keandalan sistem ketenagalistrikan nasional.

Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh insan PLN NP sekaligus wujud komitmen perusahaan dalam menjalankan transformasi secara berkelanjutan.

“PLN NP tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi energi listrik, tetapi juga memastikan bahwa setiap proses pembangkitan berjalan semakin efisien, lebih bersih, dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Capaian ini menjadi bukti nyata transformasi PLN NP menuju perusahaan energi kelas dunia yang adaptif, unggul, dan berkelanjutan,” ujar Ruly.

Selain mencatatkan produksi listrik yang tinggi, PLN NP juga menunjukkan peningkatan keandalan pembangkit. Hal itu tercermin dari capaian sejumlah indikator teknis utama, salah satunya Equivalent Forced Outage Rate (EFOR) pada pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) yang berhasil melampaui target perusahaan.

Pencapaian tersebut menunjukkan meningkatnya kesiapan dan keandalan unit pembangkit dalam menjaga pasokan listrik nasional tetap stabil, andal, dan berkualitas.

Dalam mendukung transformasi energi nasional, PLN NP terus mengimplementasikan program Green and Lean. Salah satu hasilnya adalah keberhasilan perusahaan menurunkan emisi karbon hingga 1,46 persen, atau mencapai 110 persen dari target tahun 2025. Capaian tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung transisi energi menuju sistem pembangkitan yang lebih ramah lingkungan.

READ  ONIC Indonesia Taklukkan Tim Turki di Kejuaraan Dunia M7

Wakil Direktur Utama PT PLN (Persero), Yusuf Didi Setiarto, memberikan apresiasi atas kontribusi PLN NP dalam mendukung target operasional dan efisiensi biaya di lingkungan PLN Group. Apresiasi tersebut disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PLN Nusantara Power.

“Saya mengapresiasi pencapaian luar biasa PLN NP yang mampu menjaga kinerja produksi energi listrik secara solid, sekaligus menurunkan Biaya Pokok Produksi secara signifikan. Hal ini menunjukkan kontribusi nyata PLN NP dalam mendukung keandalan pasokan listrik nasional, efisiensi perusahaan, serta sejalan dengan program pemerintah, khususnya dalam optimalisasi biaya di lingkungan PLN Group,” kata Yusuf Didi.

Tak hanya mengandalkan bisnis penyediaan tenaga listrik, PLN NP juga membukukan pertumbuhan signifikan pada sektor non-kelistrikan melalui pendapatan Beyond kWh sebesar Rp1,1 triliun. Nilai tersebut mencapai 160 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp688 miliar.

Pendapatan Beyond kWh berasal dari berbagai lini usaha, termasuk proyek-proyek internasional yang dijalankan perusahaan di Malaysia, Bangladesh, dan Timor Leste. Capaian ini menunjukkan semakin meningkatnya kepercayaan pasar global terhadap kompetensi PLN NP dalam pengelolaan proyek energi di tingkat internasional.

Di bidang tata kelola perusahaan, PLN NP juga mencatat prestasi dengan meraih skor tertinggi dalam penilaian Maturity Level Good Corporate Governance (GCG) di lingkungan PLN Group. Prestasi tersebut menjadi bukti kuatnya penerapan prinsip integritas, transparansi, dan akuntabilitas dalam setiap proses bisnis perusahaan.

“Bagi kami, keberlanjutan tidak hanya berbicara mengenai teknologi hijau, tetapi juga tentang integritas dan tata kelola yang baik dalam menjalankan bisnis. Dengan fondasi governance yang kuat, PLN NP siap memperluas kolaborasi, memperkuat kemitraan strategis, dan mendukung peta jalan transisi energi Indonesia,” tambah Ruly.

READ  Percepat Kedaulatan Energi Nasional, Pemerintah Dorong Mandatori Bioetanol E5 dan E10

Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, PLN Nusantara Power juga terus memperkuat portofolio pembangkit melalui pengembangan pembangkit listrik dengan total kapasitas 696,9 megawatt (MW) yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Langkah ini diharapkan mampu menjaga keandalan pasokan listrik nasional sekaligus memenuhi kebutuhan energi yang terus meningkat di masa depan. (ATI)