News

Optimalkan Infrastruktur Energi, PGN Kokohkan Fondasi Pertumbuhan Berkelanjutan

366
×

Optimalkan Infrastruktur Energi, PGN Kokohkan Fondasi Pertumbuhan Berkelanjutan

Sebarkan artikel ini

NEWSENERGI.COM – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) sebagai Subholding Gas Pertamina terus memperkuat ketahanan bisnis melalui optimalisasi infrastruktur energi nasional, peningkatan keandalan operasional, serta pengembangan berbagai sumber pertumbuhan baru. Strategi ini dijalankan untuk menjaga kinerja perusahaan yang berkelanjutan sekaligus mendukung kebutuhan energi nasional yang terus meningkat.

Di tengah dinamika ekonomi dan energi global, PGN tetap mengandalkan fondasi bisnis yang kuat yang ditopang oleh jaringan infrastruktur strategis, basis pelanggan yang luas, serta peran penting Perseroan dalam rantai pasok energi nasional.

Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, mengatakan bahwa fokus utama Perseroan saat ini adalah memastikan seluruh infrastruktur yang telah dibangun dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung kebutuhan energi nasional sekaligus menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan.

“Yang terus kami jaga adalah bagaimana infrastruktur yang telah dibangun selama ini dapat beroperasi secara andal, dimanfaatkan secara optimal, dan mampu mendukung pertumbuhan kebutuhan energi nasional dalam jangka panjang,” ujar Fajriyah.

PGN saat ini memiliki total aset sekitar US$6,2 miliar, jaringan pipa gas lebih dari 33.000 kilometer, serta melayani lebih dari 825 ribu pelanggan di berbagai wilayah Indonesia. Infrastruktur tersebut menjadi tulang punggung penyaluran gas bumi ke berbagai sektor strategis, mulai dari rumah tangga, usaha kecil, sektor komersial, industri hingga pembangkit listrik.

Dengan penguasaan lebih dari 91 persen pangsa pasar niaga gas bumi nasional, PGN memegang peranan penting dalam mendukung kebutuhan energi domestik. Skala jaringan dan basis pelanggan yang besar menjadi kekuatan utama Perseroan dalam menjaga keberlanjutan bisnis sekaligus menangkap peluang pertumbuhan kebutuhan energi nasional di masa mendatang.

Keandalan operasional juga terus menjadi prioritas perusahaan. PGN menjaga kinerja aset melalui pengelolaan yang konsisten, penerapan standar keselamatan yang ketat, serta peningkatan kualitas layanan kepada pelanggan secara berkelanjutan.

READ  Presiden Prabowo Saksikan Penyerahan Uang Negara Rp13,2 Triliun dari Kejaksaan Agung ke Kementerian Keuangan

Selain mengoptimalkan infrastruktur yang telah beroperasi, PGN juga terus menjalankan berbagai proyek strategis untuk memperkuat konektivitas energi nasional dan membuka peluang pertumbuhan baru. Upaya tersebut dilakukan melalui pengembangan infrastruktur terintegrasi, perluasan jaringan gas rumah tangga, serta peningkatan utilisasi aset dan fasilitas energi yang telah dimiliki Perseroan.

Melalui anak usahanya, PT Pertamina Gas (Pertagas), PGN dipercaya untuk mengoperasikan Pipa Transmisi Gas Cirebon–Semarang (CISEM) Tahap II. Infrastruktur strategis ini diharapkan dapat memperkuat konektivitas penyaluran gas antarwilayah sekaligus mendukung pemanfaatan gas bumi domestik yang lebih luas bagi sektor industri dan kelistrikan, terutama dalam meningkatkan fleksibilitas pasokan energi di wilayah Jawa bagian barat.

PGN juga terus memperkuat ketahanan pasokan energi sebagai fondasi pertumbuhan jangka panjang. Berbagai kesepakatan strategis yang dijalin dalam beberapa tahun terakhir menjadi bagian dari upaya Perseroan untuk memastikan keberlanjutan pasokan energi sekaligus mendukung pertumbuhan kebutuhan pelanggan dan optimalisasi utilisasi infrastruktur yang telah dibangun.

Dari sisi operasional, kinerja PGN tetap menunjukkan stabilitas. Pada Kuartal I 2026, Perseroan mencatat volume distribusi gas bumi sebesar 777 BBTUD dan volume transmisi sebesar 1.539 MMSCFD. Capaian tersebut mencerminkan peran strategis PGN dalam memenuhi kebutuhan energi berbagai sektor ekonomi nasional melalui jaringan infrastruktur yang terintegrasi.

Kondisi keuangan perusahaan juga tetap kuat. Hingga akhir Maret 2026, rasio utang terhadap modal (debt to equity ratio/DER) PGN berada pada level sekitar 29 persen. Perseroan juga memiliki posisi kas dan setara kas sebesar sekitar US$1,36 miliar serta rasio EBITDA terhadap beban bunga mencapai 21 kali, yang menunjukkan kemampuan pendanaan dan fleksibilitas keuangan yang solid untuk mendukung operasional maupun investasi jangka panjang.

Sebagai bentuk komitmen dalam menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi pemegang saham, PGN mempertahankan dividend payout ratio sebesar 80 persen dari laba yang dapat diatribusikan kepada entitas induk untuk Tahun Buku 2025.

READ  Offtake Tandes Jadi Andalan PGN dalam Menjamin Keamanan dan Kualitas Gas untuk Pelanggan Surabaya

Fajriyah menegaskan, kebutuhan energi nasional akan terus berkembang sehingga PGN harus memastikan kesiapan infrastruktur, pasokan, dan kapasitas untuk menangkap peluang pertumbuhan tersebut.

“Kebutuhan energi Indonesia akan terus berkembang. Karena itu kami fokus memastikan PGN memiliki infrastruktur, pasokan, dan kapasitas yang memadai untuk menangkap pertumbuhan tersebut. Dengan fondasi bisnis yang kuat dan posisi pasar yang telah dibangun selama ini, kami optimistis dapat terus menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham sekaligus mendukung ketahanan energi nasional,” tutup Fajriyah. (BTX)