News

Prabowo Hadiri Mujahadah Kubro Satu Abad NU, Tegaskan Peran NU Jaga NKRI

379
×

Prabowo Hadiri Mujahadah Kubro Satu Abad NU, Tegaskan Peran NU Jaga NKRI

Sebarkan artikel ini
Gubernur Khofifah saat bersalaman dengan Presiden Prabowo (Foto: Humas Jatim)

NEWSENERGI.COM – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menghadiri puncak peringatan satu abad Nahdlatul Ulama (NU) dalam rangkaian acara Mujahadah Kubro yang digelar di Stadion Gajayana, Kota Malang, Minggu (8/2/2026). Dalam kesempatan tersebut, Presiden menegaskan peran vital NU sebagai garda terdepan penjaga keutuhan bangsa.

Didampingi Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, kedatangan Presiden disambut oleh puluhan ribu warga Nahdliyin yang telah memadati stadion sejak pagi. Acara yang berlangsung selama dua hari (7–8 Februari 2026) ini diisi dengan doa bersama, dzikir, serta refleksi kebangsaan bertema “Memperkokoh Jam’iyyah, Tradisi, dan Kontribusi dalam Mengembangkan Peradaban.”

Apresiasi untuk Persatuan dan Toleransi
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi mendalam atas konsistensi NU dalam menjaga kerukunan antarumat beragama di Indonesia. Ia menilai nilai-nilai toleransi yang dijunjung tinggi oleh NU sangat sejalan dengan cita-cita para pendiri bangsa.

“NU selalu menjaga persatuan. Jika negara dalam bahaya, NU selalu tampil bagi bangsa Indonesia,” ujar Presiden dengan tegas di hadapan massa.

Lebih lanjut, Presiden berharap NU terus menjadi teladan dalam moderasi beragama tanpa memandang latar belakang. “Saya yakin NU akan terus menjaga bangsa dan semua umat agama tanpa pandang bulu. Terima kasih atas peran NU dalam menjaga kedamaian dan stabilitas. Di mana Indonesia dalam bahaya, NU selalu menjadi penyejuk,” tambahnya.

Peran Strategis Pesantren dalam Peradaban
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, turut memberikan penekanan pada kekuatan struktural dan kultural NU. Menurutnya, NU telah membuktikan relevansinya selama satu abad melalui konsep Islam Wasathiyah (moderasi Islam).

“NU mengedepankan Islam moderasi yang menjaga toleransi dan tradisi kenusantaraan, serta berkontribusi nyata mengembangkan peradaban lewat lembaga pendidikan,” kata Khofifah.

READ  Tuntas Didampingi, Program CSR Ekoriparian Pertamina Jatimbalinus Tetap Berkelanjutan dan Jadi Percontohan

Ia juga menyoroti jaringan pesantren NU yang luas sebagai pusat pembentukan karakter bangsa. Khofifah menyebut pesantren, baik tradisional maupun modern, adalah ruang utama di mana ilmu pengetahuan dan agama berpadu untuk mencetak pribadi yang unggul.

“Banyak pesantren sebagai tempat bertumbuh, mengembangkan peradaban, dan membekali pribadi-pribadi dengan ilmu pengetahuan serta ilmu agama,” pungkasnya. (SKO)