News

Tim SAR Temukan Satu Korban di Lokasi Jatuhnya Pesawat ATR di Bulusaraung

249
×

Tim SAR Temukan Satu Korban di Lokasi Jatuhnya Pesawat ATR di Bulusaraung

Sebarkan artikel ini
Suasana saat Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko memberikan keterangan pers terkait temuan jenazah pesawat ATR 42-500, Minggu 18 Januari 2026.

NEWSENERGI.COM – Tim SAR gabungan menemukan satu korban di lokasi jatuhnya pesawat ATR 42-500 dalam operasi pencarian yang telah memasuki hari kedua. Temuan ini menjadi perkembangan signifikan dalam upaya pencarian di kawasan perbatasan Kabupaten Maros dan Pangkajene Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan.

Korban ditemukan di dinding tebing berbatu dengan kemiringan hampir tegak lurus. Kondisi tersebut mengindikasikan sebagian badan pesawat berada di area tebing curam di puncak Gunung Bulusaraung, sehingga menyulitkan proses pencarian dan evakuasi.

Lokasi temuan berada di kawasan Gunung Bulusaraung, tepatnya di wilayah perbatasan Kabupaten Maros dan Pangkep. Medan ekstrem dengan kontur terjal menjadi tantangan utama bagi tim SAR gabungan selama proses operasi.

Karena kondisi medan yang sulit dijangkau, Tim Vertical Rescue Basarnas menerapkan teknik khusus dalam proses evakuasi. Evakuasi dilakukan dari atas tebing dengan menggunakan sistem tali serta pengamanan berlapis demi menjamin keselamatan seluruh personel.

“Satu korban telah berhasil ditemukan dan kemudian dievakuasi meski posisinya berada di tebing hampir 90 derajat,” ujar Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko, di Pangkep, Minggu (18/1/2026).

Setelah berhasil dievakuasi dari titik temuan, korban direncanakan akan diturunkan melalui jalur darat. Tim SAR mengarahkan proses evakuasi menuju Posko Tompobulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep.

Jalur tersebut dipilih karena menjadi akses darat terdekat yang dapat dilalui ambulans dan tim medis. Setibanya di posko, korban akan menjalani proses identifikasi awal sebelum selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk penanganan lebih lanjut. (WYH)

READ  Tragedi Sidoarjo: Bangunan Pesantren Wajib Bersertifikasi, Kementerian PU Perkuat Sosialisasi PBG