News

Pemerintah Pasang Target 17,6 Juta Kunjungan Wisman pada 2026

356
×

Pemerintah Pasang Target 17,6 Juta Kunjungan Wisman pada 2026

Sebarkan artikel ini
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto bersama sejumlah menteri menyampaikan laporan capaian serta target sektor pariwisata 2026 di Kementerian Pariwisata Jakarta, Senin (12/1/2026). (Foto: Kemenko Perekonomian)

NEWSENERGI.COM – Pemerintah Indonesia menetapkan target ambisius untuk sektor pariwisata pada tahun 2026 dengan membidik angka kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) hingga 17,6 juta orang. Optimisme ini didorong oleh performa positif sektor pariwisata sepanjang tahun 2025 yang berhasil mendekati target prapandemi.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa pada tahun 2025, kontribusi pariwisata terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional sudah mendekati angka 4 persen. Hingga triwulan ketiga 2025, devisa yang dihasilkan mencapai USD 13,8 miliar dengan kunjungan hampir 14 juta orang.

“Target di tahun 2025 diproyeksikan 15 juta pengunjung dan ini tercapai. Untuk tahun 2026, target ditingkatkan menjadi 16 hingga 17,6 juta kunjungan dengan proyeksi pendapatan antara USD 22 hingga USD 24,7 miliar,” ujar Airlangga dalam Rakornas Kepariwisataan di Jakarta, Senin (12/1/2026).

Strategi Akselerasi dan Peningkatan PDB
Dengan target kunjungan yang lebih tinggi, pemerintah memproyeksikan kontribusi pariwisata terhadap PDB nasional akan naik ke level 4,5 hingga 4,7 persen. Untuk mencapai angka tersebut, terdapat beberapa langkah strategis yang akan diambil:

1. Infrastruktur & Konektivitas: Mempercepat pembangunan fasilitas pendukung dan menambah konektivitas antar-bandara.

2. Kolaborasi Pusat-Daerah: Penambahan program bersama untuk memastikan destinasi daerah siap menerima lonjakan wisatawan.

3. Standar Keselamatan: Menjadikan aspek keselamatan wisatawan sebagai prioritas utama dalam operasional di lapangan.

4. Kebijakan Visa: Pemerintah sedang menggodok fasilitas visa baru bagi wisman yang akan segera dilaporkan kepada Presiden.

Pergeseran Paradigma ke Quality Tourism
Menteri Pariwisata, Wiyanti Putri Wardhana, menegaskan bahwa fokus pemerintah kini bukan sekadar jumlah (kuantitas), melainkan kualitas kunjungan atau quality tourism.

Pemerintah menargetkan rata-rata pengeluaran per wisman meningkat di kisaran USD 1.372 hingga USD 1.404. Hal ini diharapkan dapat mendongkrak devisa negara hingga mencapai puncaknya di angka USD 24,7 miliar pada tahun depan.

READ  KKP Fokus Perkuat Fasilitas Perikanan Tangkap di Indonesia Timur

“Tahun depan, pemerintah menargetkan agar pariwisata mampu menyumbang devisa yang signifikan dengan merefleksikan pergerakan paradigma kita ke quality tourism,” jelas Wiyanti.

Stimulus Domestik dan Target Jangka Menengah
Selain fokus pada wisman, pemerintah tidak melupakan pasar domestik. Menjelang hari raya Idul Fitri 2026, berbagai stimulus seperti diskon tiket transportasi dan program belanja telah disiapkan untuk menggairahkan pergerakan wisatawan nusantara.

Dalam rencana jangka menengah, pemerintah bahkan menargetkan angka kunjungan wisman dapat menembus 23,5 juta orang dengan pertumbuhan perjalanan domestik yang diproyeksikan mencapai 1,21 miliar perjalanan. (RPG)