NEWSENERGI.COM – Harga tiket untuk pertandingan final Piala Dunia 2026 dilaporkan mengalami kenaikan yang sangat signifikan. Melambungnya harga ini terjadi seiring dengan tingginya minat dan antusiasme penonton dari seluruh penjuru dunia terhadap turnamen sepak bola terakbar tersebut.
Berdasarkan data penjualan terbaru, skema tarif tiket telah dikelompokkan ke dalam beberapa kategori utama dengan nominal yang fantastis:
1. Kategori Termurah: Dibanderol sekitar 4.185 dolar Amerika Serikat (AS) atau setara dengan Rp66,9 juta.
2. Kategori Standard Seats: Mencapai 5.575 dolar AS atau setara dengan Rp89,2 juta.
3. Kategori Premium Seats: Menyentuh angka 8.680 dolar AS atau setara dengan Rp138,8 juta.
Kenaikan harga yang drastis ini dipengaruhi langsung oleh penerapan skema dynamic pricing (penentuan harga dinamis) oleh badan sepak bola dunia, FIFA. Sistem ini bekerja secara otomatis untuk menyesuaikan harga tiket berdasarkan volume permintaan pasar dan ketersediaan sisa kursi di stadion.
Memicu Kritik Suporter dan Pembelaan FIFA
Kebijakan komersial tersebut langsung memicu sorotan tajam dan kritik dari sejumlah kalangan suporter. Banyak pihak menilai bahwa patokan harga yang terlampau tinggi ini secara tidak langsung membatasi aksesibilitas bagi penggemar kelas pekerja dari berbagai negara untuk dapat menikmati laga puncak secara langsung.
Namun, Presiden FIFA Gianni Infantino pasang badan dan membela kebijakan finansial institusinya. Ia menilai bahwa penetapan harga ini murni mengikuti mekanisme pasar yang berlaku di industri olahraga modern.
“Kalau kami melakukan sesuatu yang salah, berarti semua orang di Amerika Utara juga melakukan sesuatu yang salah. Sehingga semua salah,” ujar Infantino dalam konferensi pers di Mexico City, seperti dikutip dari laman Just Football.
Infantino menambahkan bahwa nominal tiket tersebut sudah sangat selaras dengan standar pasar olahraga di kawasan Amerika Utara. Selain itu, sistem penjualan resmi yang dikelola FIFA memang telah mengadopsi struktur harga dinamis ini sejak awal.
Komitmen Inklusivitas FIFA
Sebelum lonjakan ini terjadi, FIFA sebenarnya sempat memproyeksikan harga tiket babak final berada pada kisaran 8.000 hingga 10.000 dolar AS, yang sejak awal juga telah memantik perdebatan mengenai aksesibilitas suporter.
Kendati diwarnai polemik harga, FIFA mengklaim bahwa mereka telah berhasil menjual jutaan tiket untuk berbagai pertandingan. Pihak penyelenggara juga menggarisbawahi bahwa sebagian alokasi tiket tetap disediakan dengan harga yang jauh lebih terjangkau untuk memastikan turnamen tetap bisa dinikmati berbagai lapisan masyarakat.
Sebagai informasi, gelaran akbar Piala Dunia 2026 kali ini diselenggarakan secara kolaboratif di tiga negara tuan rumah, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Sementara itu, partai final yang paling dinantikan dijadwalkan bakal berlangsung di MetLife Stadium, New Jersey, Amerika Serikat. (SAP)




