News

Ekonomi dan Energi Dijaga, Satgas Siapkan Sejumlah Langkah Strategis

325
×

Ekonomi dan Energi Dijaga, Satgas Siapkan Sejumlah Langkah Strategis

Sebarkan artikel ini

NEWSENERGI.COM – Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Program Pemerintah untuk Pertumbuhan Ekonomi menegaskan bahwa ketahanan ekonomi nasional tetap terjaga meski berada di bawah bayang-bayang tekanan global yang kian dinamis. Fokus utama pemerintah saat ini adalah memastikan ketahanan energi dan kelancaran rantai pasok industri dalam negeri.

Ketua Satgas yang juga Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa ketergantungan Indonesia terhadap impor Bahan Bakar Minyak (BBM) relatif terkendali.

“Pemerintah memastikan ketahanan energi nasional tetap terjaga karena ketergantungan impor BBM Indonesia relatif kecil, yakni sebesar 20 persen,” ujar Menko Airlangga dalam keterangan tertulisnya, Senin (4/5/2026). Selain energi, ia juga menjamin stabilitas pasokan gas dan pupuk nasional tetap aman karena Indonesia masih mencatatkan surplus produksi pupuk.

Antisipasi Kenaikan Harga Minyak Dunia
Meski ketahanan energi terjaga, kenaikan harga minyak mentah global mulai berdampak pada sektor manufaktur, khususnya industri plastik dan kemasan. Kesulitan mendapatkan nafta sebagai bahan baku utama packaging mendorong pemerintah untuk mengambil langkah taktis.

Sebagai solusi jangka pendek, pemerintah memutuskan untuk melakukan substitusi nafta dengan Liquefied Petroleum Gas (LPG) bagi industri.

“Pemerintah mengenakan tarif bea masuk LPG yang semula 5 persen menjadi 0 persen khusus untuk sektor industri guna menjaga ketersediaan bahan baku kemasan,” jelas Airlangga.

Penyederhanaan Izin dan Akselerasi Investasi
Selain insentif fiskal, Satgas juga berfokus pada reformasi birokrasi melalui:

Penyederhanaan Pertek: Mempercepat mekanisme Persetujuan Teknis (Pertek) untuk proses perizinan sektor konstruksi dan usaha, khususnya bagi UMKM dan program prioritas.

Penyelesaian EU-CEPA: Mendorong percepatan perundingan dengan Uni Eropa. Kerja sama ini membidik akses pasar di 27 negara dengan total nilai pasar mencapai USD 21 triliun.

READ  Pemerintah Pasang Target 17,6 Juta Kunjungan Wisman pada 2026

Pengembangan KEK: KEK Financial Center terus dipacu sebagai alternatif destinasi investasi global yang kompetitif.

Indonesia sebagai Hub Data Center dan AI
Menko Airlangga juga menyoroti peluang besar dalam ekonomi digital. Seiring dengan perkembangan pesat teknologi Artificial Intelligence (AI), pemerintah aktif mendorong investasi pada sektor data center.

“Indonesia memiliki potensi besar sebagai lokasi pengembangan pusat data berskala besar yang mampu melayani kebutuhan domestik maupun regional,” tambahnya.

Pemerintah berkomitmen untuk terus memberikan berbagai stimulus bagi sektor swasta agar berperan aktif dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) serta meningkatkan komitmen investasi guna memperkokoh pertumbuhan ekonomi nasional. (SRA)