News

Selly Andriany Gantina Minta Pemerintah Siapkan Skema Pemulangan Jemaah Umrah

256
×

Selly Andriany Gantina Minta Pemerintah Siapkan Skema Pemulangan Jemaah Umrah

Sebarkan artikel ini

NEWSENERGI.COM – Eskalasi konflik di Timur Tengah mulai berdampak serius pada ribuan warga negara Indonesia (WNI). Anggota Komisi VIII DPR RI, Selly Andriany Gantina, meminta pemerintah segera memberikan perlindungan maksimal dan menyiapkan skema pemulangan yang terukur bagi jemaah umrah yang terjebak di luar negeri.

Hingga Minggu (1/3/2026), tercatat lebih dari 58 ribu jemaah umrah Indonesia belum bisa kembali ke tanah air sesuai jadwal akibat gangguan penerbangan internasional.

Kepastian di Tengah Dinamika Global
Selly menegaskan bahwa negara tidak boleh membiarkan jemaah berada dalam kondisi tidak menentu. Menurutnya, perlindungan keamanan dan jaminan layanan selama di luar negeri adalah prioritas utama.

“Negara harus memastikan adanya skema pemulangan yang jelas, terukur, dan memiliki kepastian waktu. Jemaah tidak boleh dibiarkan berada dalam ketidakpastian akibat dinamika global yang berada di luar kendali mereka,” ujar Selly.

3 Aspek Strategis Mitigasi Krisis
Melihat situasi yang rentan ini, Selly mendorong pemerintah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem mitigasi krisis penyelenggaraan umrah. Ia menekankan tiga poin utama:

1. Protokol Krisis Terstruktur: Penguatan sistem perlindungan WNI yang mencakup skema pemulangan alternatif dan perlindungan logistik selama masa darurat.

2. Akuntabilitas Penyelenggara (Travel): Memastikan biro perjalanan umrah memiliki manajemen krisis yang siap, sehingga jemaah tidak dibebani risiko finansial akibat gangguan global.

3. Koordinasi Lintas Sektoral: Memperkuat sinergi antara kementerian terkait dan perwakilan RI di luar negeri agar respons negara berjalan cepat dan tepat sasaran.

Transparansi Informasi untuk Keluarga
Meskipun KBRI di Riyadh telah mengeluarkan imbauan resmi dan memantau situasi secara intensif, Selly meminta langkah konkret segera diambil. Ia juga mengingatkan pentingnya transparansi informasi kepada publik.

READ  Honda dan VR46 Catat Waktu Tercepat di Hari Kedua Tes Pramusim MotoGP Sepang

“Sangat penting bagi pemerintah untuk menyampaikan perkembangan situasi secara berkala kepada keluarga jemaah di tanah air guna menghindari kecemasan yang berkepanjangan,” pungkasnya. (EPY)