NEWSENERGI.COM – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur mencatat kinerja penjualan tenaga listrik sepanjang 2025 mencapai 46,3 terawatt hour (TWh). Angka tersebut tumbuh sekitar 4,4 persen dibandingkan realisasi 2024 yang sebesar 44,3 TWh.
Penjualan listrik di Jawa Timur pada 2025 didominasi segmen pelanggan industri sebesar 18,5 TWh, disusul pelanggan rumah tangga sebesar 17,7 TWh, serta pelanggan bisnis yang mencapai 6,5 TWh.
General Manager PLN UID Jawa Timur, Ahmad Mustaqir, mengatakan pertumbuhan penjualan listrik ini menjadi sinyal positif terhadap konsumsi energi dari total 14,6 juta pelanggan per Desember 2025.
“Pertumbuhan konsumsi listrik ini menunjukkan bahwa perekonomian di Jatim juga tumbuh dengan baik, termasuk jumlah pelanggan yang terus meningkat dari 14,2 juta pada 2024 menjadi 14,6 juta pelanggan. Sementara untuk kinerja keuangan, penjualan listrik mampu membukukan pendapatan sebesar Rp48,7 triliun,” ujarnya di Surabaya, Kamis (19/2/2026).
Dorong Penjualan dan Layanan Pelanggan
Sepanjang 2025, PLN UID Jatim melakukan berbagai upaya peningkatan penjualan, mulai dari program tematik tambah daya yang mendapat animo tinggi, program electrifying agriculture, hingga peningkatan pengalaman pelanggan melalui Kampung PLN Mobile.
Memasuki awal 2026, PLN juga melakukan penandatanganan kerja sama dengan Kamar Dagang dan Industri Jawa Timur (Kadin Jatim) untuk memperkuat iklim investasi dan industri guna mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Timur.
Perluas Infrastruktur Kendaraan Listrik
PLN terus memperluas infrastruktur kendaraan listrik melalui penambahan fasilitas Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), termasuk SPKLU Center dan SPKLU roda dua. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 288 unit SPKLU tersebar di 152 lokasi di Jawa Timur.
Menurut Ahmad, keberadaan SPKLU mendorong penggunaan kendaraan listrik di Jawa Timur, tidak hanya untuk mobil tetapi juga sepeda motor hingga becak listrik yang kini telah disiapkan infrastrukturnya.
“Ke depan, strategi kami akan menggiatkan pemasaran, mencari potensi pasar baru guna meningkatkan penjualan dan memperluas jangkauan ke pelanggan,” pungkasnya.
Dengan capaian tersebut, PLN optimistis konsumsi listrik di Jawa Timur akan terus meningkat seiring pertumbuhan industri, investasi, serta percepatan transisi energi menuju penggunaan kendaraan listrik yang lebih luas. (DLS)




