NEWSENERGI.COM – Fenomena keluarnya cairan menyerupai minyak dari pengeboran air milik warga di Desa Panyaksagen, Kecamatan Klampis, Kabupaten Bangkalan, ditutup sementara. Penutupan dilakukan hingga menunggu hasil uji sampel resmi dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Timur.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangkalan, M. Zainul Qomar, Senin (12/1/2026), menjelaskan bahwa berdasarkan pengujian sederhana di lapangan, cairan tersebut diketahui dapat menyala ketika dibakar.
“Karena itu masyarakat diminta untuk menutup sumur dan tidak memanfaatkan cairan tersebut sebelum ada kepastian dari hasil uji laboratorium,” ungkap Qomar.
Ia menambahkan, BPBD Bangkalan bersama tim lintas instansi telah melakukan pengecekan langsung ke lokasi sejak dua hari lalu. Dari hasil peninjauan, pada kedalaman sekitar 105 meter ditemukan air yang bercampur dengan cairan menyerupai minyak.
“Untuk mencegah risiko, kami memasang pembatas agar warga tidak mendekat atau menggunakan cairan tersebut secara sembarangan,” ujarnya.
Menurut Qomar, langkah pengamanan ini dilakukan demi keselamatan masyarakat. Pasalnya, cairan yang mudah terbakar tersebut berpotensi menimbulkan kebakaran apabila terpapar sumber api, seperti puntung rokok atau percikan api di sekitar lokasi.
“Seluruh proses uji sampel akan dilakukan satu pintu melalui Kominfo Bangkalan. Hasil resmi nantinya akan disampaikan setelah keluar dari ESDM Jawa Timur. Kami mengimbau masyarakat tetap waspada, tidak panik, dan menunggu informasi resmi dari dinas teknis,” tegasnya.
Hingga saat ini, lokasi pengeboran masih dalam pengawasan aparat dan instansi terkait untuk memastikan keamanan lingkungan serta warga sekitar. (WPX)




