News

Hadapi Sidang di AS, Nicolas Maduro Klaim Masih Presiden Republik Venezuela

233
×

Hadapi Sidang di AS, Nicolas Maduro Klaim Masih Presiden Republik Venezuela

Sebarkan artikel ini
Presiden Venezuela, Nicolás Maduro

NEWSENERGI.COM – Ketegangan diplomatik antara Venezuela dan Amerika Serikat mencapai titik didih baru. Nicolas Maduro secara tegas menyatakan bahwa dirinya masih menjabat sebagai Presiden sah Venezuela dalam sidang dakwaan yang digelar di Pengadilan New York, Amerika Serikat, pada Selasa (6/1/2026).

Bantahan Dakwaan dan Klaim Penculikan
Dalam persidangan tersebut, Maduro didakwa atas tuduhan serius terkait perdagangan narkoba dan senjata. Namun, pria berusia 63 tahun itu membantah seluruh tuduhan tersebut dengan tenang. Mengenakan kemeja oranye khas tahanan dan celana panjang krem, Maduro bahkan tampak tersenyum saat memasuki ruang sidang.

“Saya tidak bersalah, saya tidak bersalah,” tegas Maduro dalam bahasa Spanyol melalui seorang penerjemah.

Lebih lanjut, Maduro mengklaim bahwa keberadaannya di AS bukanlah melalui proses hukum yang wajar, melainkan hasil dari operasi ilegal. “Saya Presiden Republik Venezuela dan saya diculik di sini sejak 3 Januari. Saya ditangkap di rumah saya di Caracas,” ujarnya di hadapan majelis hakim.

Operasi Militer di Caracas
Pihak Maduro menuding bahwa penangkapan tersebut dilakukan secara paksa oleh komando militer Amerika Serikat melalui operasi udara dan laut besar-besaran pada Sabtu (3/1/2026) dini hari. Serangan tersebut dikabarkan melibatkan pesawat tempur di langit Caracas dan pengerahan armada angkatan laut AS di perairan sekitarnya.

Tidak hanya Maduro, istrinya, Cilia Flores, juga turut didakwa dalam persidangan yang sama. Senada dengan suaminya, Flores menyatakan tidak bersalah. Hakim memutuskan agar pasangan tersebut tetap berada dalam tahanan hingga sidang lanjutan yang dijadwalkan pada 17 Maret 2026.

Gejolak di Venezuela dan Pelantikan Presiden Sementara
Sementara itu, situasi di dalam negeri Venezuela dilaporkan kian memanas. Ribuan pendukung Maduro membanjiri jalanan di Caracas sebagai bentuk protes atas penahanan pemimpin mereka.

READ  PHE OSES Raih Penghargaan Dekarbonisasi 2025

Di tengah kekosongan kekuasaan, mantan Wakil Presiden Delcy Rodríguez secara resmi dilantik sebagai Presiden Sementara Venezuela. Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas pemerintahan selama Maduro menjalani proses hukum di Amerika Serikat. (OHZ)